Bekas beteng Baluwarti Kraton Kartasura

Situs  Keraton Kartasura tidak hanya terdapat di Krapyak, Kartasura, namun juga ada di lokasi lain. Di Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak masih ada jejak bangunan diduga bekas Baluwarti Benteng Keraton Kartasura. Seperti apa kondisinya?

Tembok kuno yang tersusun dari batu bata nyaris tidak tampak karena tertutup rumput yang menghijau. Masih satu lokasi dari tembok itu terdapat sebuah gapura dengan struktur bangunan lawas era kerajaan.

Struktur bangunan ini diduga bekas Baluwarti Benteng Keraton Kartasura. Kondisinya sudah tidak terawat lagi dan terkesan dibiarkan begitu saja. Padahal, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kantor Penelitian Arkeologi (dulu Balai Arkeologi Jogjakarta) telah memberikan rekomendasi untuk dilakukan ekskavasi ke Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

BRIN Kantor Penelitian Arkeologi ini telah melakukan pembaruan data arkeologi di wilayah Kartasura. Saat melakukan survei, tim menemukan struktur benteng luar Keraton Kartasura di Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak. Kala itu, sekitar Juni 2021 lembaga ini menugaskan seorang peneliti dan satu teknisi untuk pemetaan dan penggambaran. Mereka melakukan peninjauan berupa pengumpulan data, dokumentasi, penggambaran dan wawancara untuk pembaruan data arkeologi di wilayah Kartasura.

Selain BRIN Kantor Penelitian Arkeologi, ada juga instansi terkait, seperti Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Berbekal peta lama Kartasura, tim melakuka  survei ke beberapa lokasi, sesuai peta.

"Dalam survei tersebut, tim menemukan struktur benteng Baluwerti atau lebih dikenal Baluwarti Keraton Kartasura di pinggir sungai di Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak berupa tumpukan bata. Panjang benteng yang bisa diukur 3,1 meter dan tinggi 60 sentimeter. Untuk lebarnya belum diketahui karena masih terpendam," kata Heri Priswanto, peneliti ahli muda Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, Senin (25/4)

Menurut Heri, laporan survei sudah selesai dan diberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk melakukan ekskavasi. Di lokasi temuan sisa benteng luar itu masih bisa dilakukan ekskavasi. Tujuannya melacak lebar dan kedalaman sisa benteng.

"Temuan itu baru dugaan awal, karena belum dilakukan penelitian intensif. Hanya baru observasi atau survei. Karena lokasinya paling ujung selatan dengan orientasi utara selatan. Untuk memastikan perlu dilakukan ekskavasi. Mengacu pada Baluwerti di Kotagede, Jogjakarta mempunyai luasan hampir satu per empat Kota Jogja," katanya.

Tak jauh dari temuan dugaan benteng Baluwarti itu ada sebuah yoni dan bekas sendang. Heri menduga, yoni itu berada di dalam benteng Baluwarti.

"Kalau yoni masa Hindu-Budha, masa sebelum Keraton Kartasura ada. Karena kebudayaan itu mengalami kontinuitas," katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo dilokasi temuan Senin (25/4), susunan bata itu berada di kompleks makam Pringgoloyo (makam GPH. Pringgoloyo atau BRM Ngali) merupakan anak PB IV yang ke 35. Struktur bata yang dimaksud berada di pinggir jalan kampung. Bahkan, hanya menyisakan beberapa bata saja. Beberapa bata juga tampak baru saja terlepas berada di pinggir jalan. Di dalam objek yang diduga sebagai struktur bangunan benteng Baluwarti sisi selatan Kraton Kartasura itu juga belum ada tulisan yang menerangkan bahwa lokasi itu merupakan objek yang diduga cagar budaya.

Terkait rekomendasi dari BRIN Kantor Penelitian Aerkologi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo Darno dan Kabid Kebudayaan Lailaz hingga kemarin belum bisa dikonfirmasi.